Tuesday, June 20th, 2006
Bencana orang yang suka membuat bencana
Diantara Kebaikan dan Kebodohan
Luruskan lagi niatmu, teman!!!!!
tak pernah saya bayangkan sebelumnya bisa berjalan di tengah hutan sendirian. baru saja saya nikmati keagungan Allah SWT di situpatenggang. baru saja saya akui lucunya saat kamera mengambil wajah saya di kawah putih. Jika saja teman yang berbaik hati mengajak saya dibelakangnya tidak berbaik hati meminjamkan jaketnya ke salah seorang cewek yang kebetulan kami bersamanya, peristiwa paling seru selama satu tahun di STT ini tak akan pernah terjadi.
dua jam berikutnya setelah cukup menikmati dinginnya udara di tempat saya dan teman saya diam_duduk_tertinggal_ngantuk_lapar, dua orang datang, yang salah seorangnya sempat terucap dalam doa yang saya lontarkan ketika menuruni jalanan hutan mencari sinyal. Alhamdulillah, saya bisa kembali ke tempat asal, meski meninggalkan kerjaan, meski meninggalkan pertemuan, dan meski meninggalkan dongkol dan murka dari seseorang.
Akh lama juga saya sampai. padahal benda yang saya dan teman saya tunggangi berlari amat kencang, menyebabkan tak hentinya saya dzikir, tak hentinya saya khawatir, tak hentinya saya terdiam, tak hentinya saya bungkam. Setengah jam berikutnya, cobaan kembali hadir. tiba-tiba motor padam.
akh lama lagi saya menunggunya, sampai seorang teman yang saya cukup dekat dengannya mau berkorban menggantikan posisi saya
di sana. kisah berlanjut sejam kemudian. ketika sampai di tempat semula. kampus STT Telkom saat itu boleh dibilang surga, yang sudah kunanti sekian lama. ha ha kau tidak tahu teman, bagaimana sebelumnya saya bertumbukan dengan delman yang sedang jalan, bagaimana saya kebingungan di atas kendaraan, bagaimana saya menemukan kebocoran di dalam ban, dan bagaimana saya dikagetkan tulisan yang nampang di papan kesekretariatan.
sungguh malam yang menakjubkan. jelimet namun menyenangkan. bisa bersama-sama teman, bisa bersama-sama pengalaman, bisa bersama-sama kesan.
ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari kisah di atas
1. Segala kebaikan harus diniati dengan lurus dan ikhlas karena Allah
2. Dalam kesusahan kita senantiasa meliat ke sebelah, adakah disana seorang teman
3. Sebaik-bainya teman adalah yang mau ketika kita membutuhkannya, dan mau berkorban atas sesamanya
4. Cobaan bisa datang berkali-kali, bahkan ketika kita tidak menginginkannya. namun satu yang paling penting. nikmat Allah datang jauh lebih banyak ketimbang cobaannya. hanya lalai kita sadari.
5. Tiada hasil tanpa perjuangan, tiada perjuangan tanpa pengorbanan, tiada pengorbanan tanpa kesabaran, dan ingatlah bersama kesabaran pasti ada kesuksesan
Dari "Perjalanan menuju Situpatenggang ke Jalan Lain ke Tempat Asal"
oleh aditya septiana
yang saat kejadian bersama Gunawan, yang telah berbuat baik meski diri sendiri dirugikan
dibantu oleh Andika, yang akhirnya rela berkorban meski motornya mendapat kemalangan
dan Bayu Kusumo, yang dengan tenang menabrakkan diri ke delman yang sedang berjalan
tim pendukung
Dwi aryani, akar masalah dari kejadian paling seru ini
helena, yang bawa ari ngebut, untung nyasar
Juanda, yang mau tukeran tempat duduk menggantikan bayu
Rolly, yang sudah membawa pulang Gunawan dan Andika
Amrul dan Tanu, yang membuat sedikit kericuhan
Lutfi, yang turut berpartisipasi membuat kekacauan karena mencabut spion kiri tanpa konfirmasi
Risma, yang memutuskan telepon tepat sedetik sebelum tabrakan terjadi
Riko, Ahmad, Septi, Bagur, AAT, Erfan, Puput, Cindi, Snel, dan icha yang gak tau apa-apa
hmif 2006-2007
journey to situpatenggang
senin, 19 Juni 2006
11.00 s.d 23.00 BBWI
frens 4 eva



